
Kollab
Agent AI jadi bagian tim kerja Anda, tanpa ganti aplikasi
Tentang Kollab
Kollab adalah platform kolaborasi kerja bersama yang mengubah cara tim bekerja dengan agent AI. Bayangkan semua tools yang tim Anda gunakan sehari-hari—Slack, Telegram, Notion, GitHub—bisa saling terhubung dan memiliki asisten AI tanpa perlu berganti aplikasi.
Fitur utama Kollab meliputi:
- Bots: Agent AI yang hidup langsung di dalam platform pesan tim Anda, siap membantu kapan saja tanpa perlu membuka aplikasi baru.
- Skills: Workflow terbaik Anda bisa disimpan dan digunakan ulang oleh siapa saja di tim dengan satu perintah sederhana.
- Connectors: Integrasi seamlessly dengan tools yang sudah Anda gunakan sehari-hari.
- Memory: Konteks penting tetap hidup di setiap proyek, sehingga agent tidak pernah lupa apa yang sedang dibahas.
Yang paling mengejutkan dari Kollab adalah fitur scheduled tasks-nya—ini bukan sekadar pengingat biasa, tapi agent AI yang berjalan sesuai jadwal. Agent ini bisa memanggil berbagai MCP tools, menarik data dari knowledge base, dan melaporkan hasilnya ke channel yang Anda tentukan. Misalnya: membuat ringkasan mingguan otomatis dari GitHub issues, atau memeriksa status sistem sebelum standup dimulai.
Dan ketika tim membutuhkan agent yang bekerja lebih panjang dengan filesystem serta browser sendiri, AgentCore hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kollab benar-benar menghilangkan friction dalam kolaborasi manusia-AI.
Galeri & Cuplikan




Kisah & Pandangan
Tim yang membangun Kollab sebenarnya menghadapi masalah yang sangat umum: terlalu banyak alat yang harus dibuka setiap hari. Mereka bolak-balik antara Slack untuk komunikasi, GitHub untuk kode, Notion untuk dokumentasi, dan setengah lusin tools agent terpisah. Alur kerja yang seharusnya mulus jadi terpotong-potong oleh perpindahan aplikasi yang tak ada habisnya.
Jadi mereka membuat solusi yang mereka sendiri butuhkan—satu agent AI yang duduk di setiap channel komunikasi tim, dengan akses ke berbagai MCP server di belakangnya. Agent ini bukan sekadar chatbot biasa; dia bisa membaca kode, mereview fitur baru, membuat issue, dan bahkan menangani laporan bug dari pengguna komunitas yang kemudian langsung tersalur ke board backend mereka.
Hal paling tak terduga yang mereka temukan adalah betapa powerful-nya scheduled tasks. Rencana awal mereka hanya sederhana—membuat digest otomatis. Tapi ternyata scheduled task di Kollab adalah agent yang berjalan sesuai waktu, yang bisa memanggil tools apa pun, menarik data dari knowledge base, menjalankan peran agent tertentu, dan memposting hasilnya ke channel mana pun. Salah satu task mereka saat ini secara otomatis membuat changelog mingguan dari GitHub issues. Task lain cross-check status page mereka terhadap Sentry. Dan satu lagi memastikan on-call engineer selalu mendapat ping sebelum standup dimulai—semua berjalan sendiri tanpa campur tangan manual.
Ketika butuh agent yang bekerja lebih kompleks dengan filesystem dan browser sendiri, mereka menggunakan AgentCore untuk membuat demo sites dan tools internal ringan, alih-alih menulis script yang cuma dipakai sekali. Dan karena skills di Kollab hanyalah repositori GitHub biasa, setiap workflow yang tim mereka ulangi akan berubah jadi skill yang bisa diinstal seluruh organisasi hanya dengan menyebutkan namanya.
Menurut mereka, bagian paling menarik justru belum sepenuhnya terungkap. Kemungkinan besar fitur skills-lah yang akan melahirkan penggunaan paling kreatif dan tak terduga dari Kollab.



